Selasa, 08 Juli 2014

HASIL GAHARU DIBELI OLEH BUYER TIMUR TENGAH

gaharu dibayar dengan US Dollar
Bagi petani gaharu, pencari gaharu maupun pengusaha gaharu hal yang terpenting adalah bagaimana gaharu ini bisa menghasilkan uang. Dengan demikian maka pembeli gaharu yang benar-benar pembeli gaharu harus dicari, didatangkan untuk melihat hasil gaharu ataupun di kontak/dihubungi sehingga bisa terjadi transaksi.
Pembeli gaharu atau yang lebih dikenal dengan sebutan Buyer saat ini khususnya di media internet memiliki beberapa typical, yaitu : 
  1. Pembeli Iseng : biasanya pembeli ini hanya bertanya tentang harga gaharu dan kelas gaharu tetapi tidak sampai transaksi.
  2. Pembeli Pemula : Pembeli ini adalah pengusaha-pengusaha yang baru memulai bisnis di jual beli gaharu. Pembeli jenis ini memiliki kecenderungan untuk membandingkan harga antara petani gaharu dengan kualitas gaharu yang dijualnya.
  3. Broker/Perantara : Sebenarnya ia bukanlah pembeli tetapi bertindak sebagai penghubung antara pembeli sebenarnya dengan pemilik / petani gaharu.
  4. Pembeli Pemakai : Pembeli ini biasanya membeli gaharu hanya untuk digunakan sendiri.
  5. Pembeli Riil : Pembeli inilah yang paling disukai oleh petani / pemilik kayu gaharu karena biasanya langsung transaksi. Pembeli gaharu ini biasanya dari lokal maupun buyer dari luar negeri.
Typical pembeli / buyer gaharu yang kami sebutkan diatas merupakan analisa pribadi yang kami alami sendiri dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini.
Ada paradigma berpikir di kalangan petani gaharu ataupun pemilik kayu gaharu bahwa gaharu di export ke negara Timur Tengah dan bertransaksi menggunakan mata uang luar. Tetapi sebagian besar petani gaharu di daerah menganggap ini hanya sebatas isu yang tidak pernah terwujud karena mereka sudah berpuluh-puluh tahun menggeluti usaha gaharu ini belum pernah bertemu dengan buyer luar tersebut dan belum pernah melihat/memegang mata uang asing.

Bulan April 2014 adalah starting point dalam membangkitkan semangat Tim Gaharu Hijau untuk lebih bersungguh-sungguh dalam menggeluti usaha gaharu ini. Kenapa ???
Hal ini disebabkan kami Alhamdulillah kedatangan Buyer dari Luar Indonesia yaitu dari Timur Tengah khususnya negara Yaman untuk bertransaksi langsung dengan kami dan beberapa petani gaharu yang ada di Bengkulu.
Kedatangan buyer Yaman ini mendadak tanpa persiapan apapun sehingga terasa kurang maksimal karena stok gaharu yang tersedia pada kami tidak terlalu banyak, oleh sebab itu kami mengajak langsung buyer yaman ini bertemu dengan petani/pencari gaharu alam yang ada di Bengkulu dan langsung bertransaksi menggunakan uang Dollar Amerika.
Adanya partisipasi teman-teman baik yang ada di Bengkulu maupun teman yang ada di luar negeri sangat membantu dalam promosi tentang gaharu yang kami miliki, selain media internet.
Dari pengalaman bertransaksi dengan buyer timur tengah ini, ada pelajaran penting untuk menjadi perhatian kami di masa mendatang yaitu : 
  1. Buyer Timur Tengah paling senang menawar dengan harga rendah tetapi apabila barang yang kita jual memiliki kualitas kita dapat bertahan dengan harga yang di bandrol dan biasanya buyer tersebut yang akan mengikuti harga kita.
  2. Tidak ada patokan harga bagi buyer Timur Tengah, apabila mereka senang terhadap gaharu maka akan dibeli dengan harga tinggi.
  3. Buyer Timur Tengah mengenali gaharu melalui aroma bau dengan cara dibakar sedikit setelah itu warna mempengaruhi.
Niat kami membuat postingan ini semata-mata untuk memberikan support kepada gaharunis se-Nusantara bahwa gaharu memang bernilai dan dicari oleh buyer dalam maupun luar negeri.

Semoga Bermanfaat.

Sabtu, 22 Februari 2014

CV. GAHARU HIJAU MENGIKUTI PAMERAN EXPO HARI PERS NASIONAL 2014

Penjelasan tentang Gaharu
Hari Pers Nasional ke 68 Tahun 2014 diselenggarakan di Bengkulu pada tanggal 6-10 Februari 2014. Hari Pers Nasional menjadi ajang silaturahmi dan penyatuan pemikiran untuk kemajuan pers pada khususnya dan kemajuan bangsa pada umumnya. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan terbesar dan paling bergengsi bagi komponen pers Indonesia. Hari Pers Nasional dimaknai sebagai Pesta Raya Rakyat yang memiliki Pers yang merdeka sebagai salah satu pilar demokrasi.
Rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional 2014 diantaranya adalah Pameran Hari Pers Nasional Expo yang merupakan upaya untuk mempromosikan produk dan layanan terpadu dalam bidang media, peluang investasi dan potensi daerah. Selain itu, Hari Pers Nasional Expo 2014 juga menjadi ajang pameran hasil industri, perdagangan, serta aneka produk dan jasa pariwisata.
Tak ketinggalan CV. Gaharu Hijau juga mempamerkan hasil produk gaharu mulai dari bibit, hasil inokulasi, gaharu alam, minyak gaharu dan produk-produk gaharu yang telah diproduksi.
Sekda Kab. Bengkulu Tengah
Antusiasme masyarakat Bengkulu dan tamu undangan untuk mengetahui tentang gaharu sangat tinggi sekali. Hal ini ditandai adanya kunjungan dari PWI Bali untuk melihat langsung proses penyulingan milik CV. Gaharu Hijau dan adanya pembicaraan untuk dapat meningkatkan nilai ekonomis limbah dari penyulingan gaharu dimasa mendatang. Dalam pameran expo HPN 2014 ini, CV. Gaharu Hijau mendapat tantangan untuk meningkatkan kapasitas hasil minyak gaharu murni karena beberapa pengusaha minyak gaharu ingin bekerjasama dengan CV. Gaharu Hijau untuk mensuplai minyak gaharu murni dengan kapasitas 1 liter perbulan. Semoga ini bisa terlaksana.

Kunjungan dari Bali

Pengunjung HPN Expo Bengkulu 2014

Minggu, 16 Februari 2014

CARA MEMISAHKAN MINYAK GAHARU DARI AIR DAN KOTORAN


Minyak Gaharu yang masih tercampur air
Minyak gaharu dari hasil pemisahan pada separator minyak bila tidak hati-hati dalam men-treatment masih mengandung air dan kotoran. Air dan kotoran pada minyak ini akan mempengaruhi kualitas dan harga minyak gaharu. Untuk itu, sebagai petani minyak harus tahu bagaimana cara memisahkan atau treatment minyak gaharu dari air dan kotoran untuk menghasilkan minyak yang berkualitas.
Ada beberapa cara untuk melakukan pemisahan minyak khususnya minyak gaharu dari air dan kotoran, yaitu :
  1. Memisahkan minyak dengan cara pengendapan (Settling)
  2. Memisahkan minyak dengan cara perputaran (Centrifuge)
  3. Memisahkan minyak dengan pengaruh biologis
Dari beberapa cara diatas maka CV. Gaharu Hijau hanya akan berbagi teknik memisahkan minyak dengan cara pengendapan (Settling), hal ini dikarenakan keterbatasan peralatan dan teknik pertama tersebut dapat dilakukan oleh siapa saja yang baru berkecimpung dalam usaha penyulingan minyak khususnya minyak gaharu.
Untuk melakukan treatment minyak dengan teknik pertama diperlukan beberapa peralatan yaitu : Gelas ukur 2 buah dan pipet tetes 1 buah.

Minyak gaharu dari hasil seperator minyak terlebih dahulu di treatment dan setelah itu ditampung pada gelas ukur.
Endapkan minyak gaharu yang sudah ditampung pada gelas ukur selama 1 malam sehingga kotoran dan air betul-betul mengendap di dasar gelas ukur.
Ambil perlahan-lahan minyak gaharu dengan menggunakan pipet tetes. Perlu diingat bahwa pekerjaan ini memerlukan kesabaran dan ketelitian. Setelah minyak gaharu tersebut terhisap pada pipet tetes maka pindahkan ke gelas ukur yang lain untuk mengetahui volume yang akan kita pindahkan kedalam botol.
Gampang Bukan ???

Semoga Bermanfaat.

Jumat, 31 Januari 2014

GAHARU BUAYA

gaharu buaya
Istilah buaya sering digunakan dalam pembicaraan masyarakat di sekitar kita. Istilah buaya ini sering digandengkan dengan buaya darat atau buaya buntung yang mempunyai arti sesuatu yang jelek.
Gaharu yang memiliki banyak jenis dan memiliki high grade, ternyata juga memiliki salah satu jenis low grade yang sering disebut gaharu buaya. Gaharu buaya masih memiliki nilai ekonomis tetapi harga gaharu buaya relatif rendah dibandingkan dengan jenis Aquillaria. Gaharu buaya ini juga memiliki beberapa jenis diantaranya : Gonystilus Spp, Aetoxylon spp, Enkleia Spp dan lainnya. Untuk yang baru kenal gaharu sering tertipu dengan gaharu buaya ini. Beberapa "oknum" penjual sering melakukan kecurangan dengan mengatakan gaharu buaya sebagai gaharu asli, padahal gaharu buaya sangat berbeda dengan gaharu asli. 
Pada postingan ini, kami mencoba berbagi bagaimana mengenali gaharu buaya untuk menambah wawasan kita bersama.
  1.  Gaharu buaya biasanya ditemukan oleh petani gaharu pada daerah rawa. Kayu ini biasanya diangkat dari dalam rawa dan nama lain gaharu buaya yaitu gaharu rawa.
  2. Gaharu buaya memiliki warna lebih hitam dan lebih padat dibandingkan dengan gaharu asli.
  3. Bagi yang baru mengenal gaharu dan mempunyai rencana untuk berbisnis gaharu sebaiknya membakar gaharu asli terlebih dahulu sehingga bisa membedakan mana aroma gaharu asli dan gaharu buaya karena aroma gaharu buaya ketika dibakar terkadang pedas, pedih dan tentu berbeda dengan bau gaharu asli.
Cara pada point ke 3 ini tidak dapat dibohongi karena aroma kayu gaharu buaya sangat berbeda.
Gaharu buaya yang memiliki bentuk unik biasanya sering dicari kolektor gaharu sebagai perbandingan dengan gaharu asli ataupun sebagai penghias ruangan sehingga terkadang nilai gaharu buaya akan meningkat dengan melihat bentuk keunikannya.

Semoga Bermanfaat.

Minggu, 29 Desember 2013

PEMELIHARAAN GAHARU


usia tanam 10 bulan (Perawatan)
 Pohon gaharu yang sudah hidup ideal ditanah (6-12 bulan) memerlukan pemeliharaan agar tumbuh dengan maksimal. Pemeliharaan pohon gaharu terdiri dari : Pembersihan gulma, Pemangkasan serta Pengendalian Hama Penyakit Tanaman.

1. Pembersihan Gulma
Gulma menjadi prioritas utama untuk dibersihkan dari pohon gaharu yang baru ditanam. Gulma dapat berupa tumbuh-tumbuhan liar, seperti rumput dan semak menjalar. Hal ini dikarenakan gulma dapat menghambat pertumbuhan pohon gaharu dan bisa mengakibatkan matinya pohon gaharu yang telah hidup. Kita sering menjumpai gulma yang melilit pohon gaharu sehingga pohon gaharu tidak bisa tumbuh dan bahkan mati. Gulma harus dikendalikan secara berkala. Pengendalian gulma ini dapat dilakukan secara manual yaitu membersihkan disekeliling pohon atau dengan cara penyemprotan dengan menggunakan herbisida.

2.  Pemangkasan
Pemangkasan perlu dilakukan agar pohon gaharu yang ditanam pertumbuhannya lebih cepat. Pemangkasan dapat dilakukan pada cabang-cabang yang terlalu banyak sehingga pohon gaharu tumbuh menjulang keatas lebih efisien, apalagi kalau pohon gaharu ditanam tumpang sari. Dalam pertumbuhan normal, pemangkasan bisa dilakukan sampai dengan umur tanam 3 tahun, setelah itu biasanya pohon gaharu sudah tidak terjangkau lagi untuk di pangkas. 


3. Pengendalian Hama Penyakit Tanaman
Sinar matahari yang cukup dan bersih dari gulma biasanya jarang terjadi kasus hama dan penyakit tanaman pada pohon gaharu. Apalagi kalau hama penyakit tanaman terjadi pada usia tanam lebih dari 4 tahun akan menjadi keuntungan tersendiri bagi petani karena hal ini akan membantu pembentukan gaharu secara alami.
Serangan hama penyakit tanaman tentu tidak bisa dibiarkan pada usia tanam yang relatif baru karena akan mengakibatkan kerugian. Tindakan preventif dapat dilakukan dengan memberikan pestisida maupun fungisida yang banyak dijual toko saprodi.

Semoga Bermanfaat. 
Usia tanam 36 bulan (tanpa perawatan)